Senin, 19 Maret 2012
Hari itu sebetulnya adalah libur sekolah karena kakak kelas saya sedang ujian sekolah. Namun, seakan tak membiarkan saya untuk beristirahat barang sehari saja. Berondongan sms datang menyergap hape hitam mungil milik saya.
"Kapan kesekolah?"
"berangkat jam berapa?"
"ra mangkat awas!!!!!!"
Saya: "!@$@#%#$^$&%&*^"
Berbekal seragam hari sabtu yang barang tentu sudah tidak mewangi lagi, saya berangkat ke bank (?)
Nah, setelah selesai dari bank, sekitar pukul setengah sebelas saya sampai dengan selamat di sekolah.
Melakukan rutinitas seperti biasa, dan sampailah kita pada jam 1 siang.
Saya pamit duluan karena ingin menonton dbl sebagai sarana hiburan.
Dan mereka yang saya tinggalkan pergi bertebaran.
Saat sedang khidmat-khidmat nya menyanyikan mars sekolah saya, tiba-taba hape saya berbunyi lagi
"ditunggu yaaaaahhhhh"
Astaga, saya masih harus ke kantor bentang saudara-saudara !
Untung saya sudah berganti baju dengan memakai kaus oblong putih, sehingga wangi seragam saya dapat sedikit tersamarkan baunya.
Dan, sesi evaluasi pun dimulai.
Ya, evaluasi hasil magang saya dan yang biasa disebut sebagai trio magang selama berada disana.
Banyak sekali evaluasi yang tercurah dari pihak trio magang maupun pihak Bentang yang diwakili oleh Dilla Maretihaq Sari.
Satu pernyataan yang saya ucapkan begini :
"Jujur, selama aku magang disini, aku dapet sesuatu yg bener-bener konkrit. Entah kenapa setelah magang, justru aku jadi makin jarang beli buku. Mungkin, sekarang aku bisa lebih jeli bedain mana buku bagus sama buku ecek-ecek"
Ya, itu dari segi non teknis.
Kalo dari segi teknis, project yang saya dapat selama disana ada:
"Kalo dilihat dari cara editan kamu, kamu itu lebih condong ke proof-reader, sedikit ngubah struktur kalimat, tapi banyak benerin kata-kata, kayak tanda baca, gede kecil huruf, kata yang baku sama nggak, pokoknya yang teknis-teknis gitu deh."
Wah, kalau Bu Darsih tau saya begitu, bisa dipastikan nilai Bahasa Indonesia saya selalu 90. Haha.
Ini pengalaman pertama kerja (agak) profesional yang saya ikuti, tidak menyesal sedikitpun saya pernah menjadi bagian dari Bentang Pustaka, khususnya di lini Bentang Belia. Selain sesuatu yang berbentuk abstrak, saya juga mendapatkan sesuatu yang berbentuk "nyata". Haha.
See you all at the other good partnership ;D
Hari itu sebetulnya adalah libur sekolah karena kakak kelas saya sedang ujian sekolah. Namun, seakan tak membiarkan saya untuk beristirahat barang sehari saja. Berondongan sms datang menyergap hape hitam mungil milik saya.
"Kapan kesekolah?"
"berangkat jam berapa?"
"ra mangkat awas!!!!!!"
Saya: "!@$@#%#$^$&%&*^"
Berbekal seragam hari sabtu yang barang tentu sudah tidak mewangi lagi, saya berangkat ke bank (?)
Nah, setelah selesai dari bank, sekitar pukul setengah sebelas saya sampai dengan selamat di sekolah.
Melakukan rutinitas seperti biasa, dan sampailah kita pada jam 1 siang.
Saya pamit duluan karena ingin menonton dbl sebagai sarana hiburan.
Dan mereka yang saya tinggalkan pergi bertebaran.
Saat sedang khidmat-khidmat nya menyanyikan mars sekolah saya, tiba-taba hape saya berbunyi lagi
"ditunggu yaaaaahhhhh"
Astaga, saya masih harus ke kantor bentang saudara-saudara !
Untung saya sudah berganti baju dengan memakai kaus oblong putih, sehingga wangi seragam saya dapat sedikit tersamarkan baunya.
Dan, sesi evaluasi pun dimulai.
Ya, evaluasi hasil magang saya dan yang biasa disebut sebagai trio magang selama berada disana.
Banyak sekali evaluasi yang tercurah dari pihak trio magang maupun pihak Bentang yang diwakili oleh Dilla Maretihaq Sari.
Satu pernyataan yang saya ucapkan begini :
"Jujur, selama aku magang disini, aku dapet sesuatu yg bener-bener konkrit. Entah kenapa setelah magang, justru aku jadi makin jarang beli buku. Mungkin, sekarang aku bisa lebih jeli bedain mana buku bagus sama buku ecek-ecek"
Ya, itu dari segi non teknis.
Kalo dari segi teknis, project yang saya dapat selama disana ada:
- 30hari30buku
- Menyusun buku seorang stand-up comedian terkenal #comingsoon
- Mengedit sebuah buku humor
- Mereview naskah novel teenlit dan komedi
- etc.
"Kalo dilihat dari cara editan kamu, kamu itu lebih condong ke proof-reader, sedikit ngubah struktur kalimat, tapi banyak benerin kata-kata, kayak tanda baca, gede kecil huruf, kata yang baku sama nggak, pokoknya yang teknis-teknis gitu deh."
Wah, kalau Bu Darsih tau saya begitu, bisa dipastikan nilai Bahasa Indonesia saya selalu 90. Haha.
Ini pengalaman pertama kerja (agak) profesional yang saya ikuti, tidak menyesal sedikitpun saya pernah menjadi bagian dari Bentang Pustaka, khususnya di lini Bentang Belia. Selain sesuatu yang berbentuk abstrak, saya juga mendapatkan sesuatu yang berbentuk "nyata". Haha.
See you all at the other good partnership ;D
nb: Hati-hati proof-reader Bentang, posisi kalian terancam ! wkwk
Jadi ceritanya to, ini buku baru yang kocak, jujur. tanpa tendensi apapun.
soalnya dari berupa naskah aja saya sudah bisa tertawa. tidak seperti buku komedi lainnya, ya yang terkesan dipaksakan.
Hei you ! What do you think bout this book ? :)
soalnya dari berupa naskah aja saya sudah bisa tertawa. tidak seperti buku komedi lainnya, ya yang terkesan dipaksakan.
dibuku ini ga jauh-jauh dari cinta, tapi bedanya fokus ceritanya itu cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Baca sendiri deh, mungkin yang lagi setres sama organisasi, buku ini bisa sedikit melalaikan dirimu dari surat-surat yang bertebaran dimana-mana ituuu *menghibur diri*
Yihaaaaaa, mid udah selesaaaaiiiiiii :D
akhire setelah 2 minggu selesai juga, dan besok ini kita pergi ke sangiran - solo. walau embel2 e study outdoor, mboh piye carane iki nggo dolan2 ! bunek aku.
dan hari ini ada forum di tempat antok, tapi tak tinggal magang dulu, tugas review ini membuatku masih harus tidur malam lagi hari ini, semangat !!!
P.S: Hari ini banyak makan enak, haha
akhire setelah 2 minggu selesai juga, dan besok ini kita pergi ke sangiran - solo. walau embel2 e study outdoor, mboh piye carane iki nggo dolan2 ! bunek aku.
dan hari ini ada forum di tempat antok, tapi tak tinggal magang dulu, tugas review ini membuatku masih harus tidur malam lagi hari ini, semangat !!!
P.S: Hari ini banyak makan enak, haha
Hayoo, ini ada dua buah buku unyu yang masih fresh dari penerbit bentang :D
Yang ijo itu judulnya Itik Bali dan jejernya itu Jungkir Balik Dunia Mel
Dari kedua buku ini sih aku lebih prefer yang itik bali, soalnya ilustrasinya kocak udah gitu rada unik, soalnya kan biasanya buku komedi gitu gaya tulisnya pake "gue""elo" nah kalo disini pake "saya""kamu" jadinya agak gimana gitu, haha. nikmatin aja, isinya sih kebanyakan masalah percintaan abg gitu soalnya penulisnya juga masih SMA.
Nah, kalo jejernya itu cocok buat kamu yang bingung ngasih kado ke temen atau adik kamu yang masih SMP. Kenapa? karena di jungkir balik dunia mel ini, nyeritain cinta monyet yang masih lugu gitu, ya semacam cinta2an pas masih puber2 awal gitu lah, haha.
grab those books and enjoy :D
![]() |
| Nasional.is.me |
Buku ini adalah buku yang sudah saya incar sejak bulan november tahun lalu. Sejak pertama kali saya melihatnya, yang terlintas di benak saya adalah "berat", mengapa? Menurut saya nasionalisme adalah sesuatu yang "berat". Saya pikir buku ini basi seperti buku-buku patriotik lainnya, isinya hanya kutipan teori yang bersifat teoritis bahkan pragmatis. Tapi saya jadi sangsi ketika melihat siapa penulisnya, Pandji Pragiwaksono. Orang yang pertama kali saya tahu dari acara "Kena Deh" di AnTV jaman dulu. Pikiran saya selanjutnya mengenai buku ini pun berubah, tebakan saya menjadi anekdot-anekdot kocak seputar ke-Indonesia-an dengan gaya Pandji, yang sekarang lebih saya tau sebagai pengisi StandUp Comedy. Berbekal rasa suka saya terhadap buku komedi, saya mengambil buku itu dan langsung membukanya. Lembar yang saya buka waktu itu berisi tentang "Makassar". Dan, seketika saya merinding. Entah kenapa saya pun tidak tahu, yang jelas Makassar dan Celebes-nya punya banyak kenangan bagi saya, mungkin hal ini lah yang membuat saya tertarik sekali untuk membaca buku ini. Dan, karena suatu hal entah itu apa, sampai hari ini pun saya belum mempunyai bukunya. Ya, memang kadang keinginan kita belum bisa terkoordinir karena kita belum mepunyai kesempatan ataupun............ uang.
Suatu ketika saya menemukan e-book buku ini, ya versi yang belum di-edit (menurut saya). Hal itu saya tau dari analisis dan ilmu yang saya dapatkan saat magang di Bentang Pustaka, penerbit yang akhirnya menerbitkan buku ini :)
Tanpa menunggu lagi, saya baca ebook ini hingga pukul 2 pagi, karena membaca langsung dibuku dengan di layar komputer itu berbeda rasanya, jadi memang butuh waktu yang lebih lama untuk mencerna isi dari buku ini. Gaya menulisnya memang "slenge'an" mungkin karena ini buku pertamanya, atau memang dia sengaja melakukannya, entahlah.
Setelah saya menyelesaikan ebook tersebut. Saya tertohok, campur aduk.
Di saat saya bercita-cita ingin ke luar negri, buku ini malah mengajarkan saya untuk lebih mencintai Indonesia.
Dengan cara apapun, dalam kesempatan apapun. Antiklimaks.
Ya, yang ditulis pun tidak dengan nada sarkastis, sumpah serapah, dan sebagainya.
Tapi mengalir dengan bukti nyata yang "mereka-mereka" lakukan untuk Indonesia.
Didalamnya juga terdapat perspektif yang berbeda mengenai Indonesia, dan itu yang dapat membuat kita menjadi "Indonesia" dalam diri kita. Kita menjadi cinta, tapi tidak buta.
Karena kecintaan yang buta hanya menimbulkan fanatisme belaka, yang karenanya kita menjadi mudah sekali terbawa arus, di adu domba, pecah belah, binasa.
Dan, pelajaran yang secara nyata bisa saya petik dari buku ini adalah perspektif, cara pandang.
Perspektif lah yang membuat kata "bisa" menjadi beragam maknanya.
Fanatis, boleh. Tapi jangan buta.
Lihatlah dunia luar, jangan hanya terkungkung di satu tempat, stagnan.
Jangan hanya melihat kedalam sekolah, tapi keluar sekolah. didalam memang baik, tapi diluar jauh lebih baik.
Indonesia memang beda, kita plural, Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu, bahkan Kong Hu Chu pun hidup berdampingan dengan damai. Negara yang 90% nya beragama Islam pun, tidak ingin memaksakan kehendaknya menjadi Negara Islam. Subhanallah, Maha Suci Allah.
Orang yang merasa fanatis buta, karena dalam hidupnya dia hanya merasakan dan melihat satu warna yang sama, mereka justru hanya peduli dengan "golongan" mereka. Padahal, sekali lagi tolong lihatlah dunia luar. Mungkin, semua itu bisa dilakukan karena memang lingkungan mendukung. Tapi coba keluar, sekali lagi. Tidak usah keluar pulau dulu, keluar sekolah saja. Perbedaannya sangat berbeda, mencolok.
Dan, saya sangat salut kepada orang-orang yang tetap mempertahankan ideologi mereka dan membawa perspektif berbeda ketika mereka bertemu orang yang berbeda. Itu menandakan bahwa sebenarnya ia tau Indonesia, Indonesia itu beragam, indonesia itu luas, bukan hanya sebuah tempat semu yang penghuninya berganti sepanjang tahun. Lebih-lebih ia tau apa yang selama ini ia Yakini. Bahwa ajaran agama manapun, mengajarkan kita untuk selalu baik kepada semua orang.
Justru saya menjadi antipati ketika semuanya itu menjadi berlebihan, tidak sesuai dengan porsi dan tempatnya. Menganggap bahwa semua yang berada "di luar area" nya tak lebih dari sebuah boneka, acuh.
Terakhir, ada pepatah dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX :
"Sak dhuwur dhuwur e uwong, kudu ne kowe tetep wong jawa"
Tapi kalau menurut saya:
"Siapapun kamu, mau jadi apapun kamu, harusnya kamu tetap INDONESIA"
This book is highly recommended for you who want to know Indonesia in new perspective. brondongsarap.
menatap luar jendela saat galau di malam hari itu, berasa....
haaaah, hari ini perdana "kita" bertemu. sungguh masih ada secuil duri yang belum terlepas dari hatiku,
entah bagaimana aku dapat mencabutnya, sesegera mungkin, biarkan waktu menjadi penolongku disaat ini
haaaah, belum selesai deadline yang itu, dateng lagi deadline berikutnya....
oh God, please lead me in your way
haaaah, hari ini perdana "kita" bertemu. sungguh masih ada secuil duri yang belum terlepas dari hatiku,
entah bagaimana aku dapat mencabutnya, sesegera mungkin, biarkan waktu menjadi penolongku disaat ini
haaaah, belum selesai deadline yang itu, dateng lagi deadline berikutnya....
oh God, please lead me in your way
kemaren kantor bentang kedatangan seorang "the most powerful writer" di Indonesia. yap, siapa lagi kalo bukan bang andrea hirata. Penulis novel tetralogi laskar pelangi itu.
Sebetulnya, saya pribadi tidak terlalu mengidolakan beliau, bahkan saya belum pernah membaca satu pun hasil karyanya yang amazing itu.
yah, mungkin teman satu genk saya di trio magang yang bakal seneng banget, secara dia ngefans berat gitu sama beliau.
mungkin sebelum tidur dia mandangin fotonya bang andrea dulu, baru bisa tertidur pulas. haha.
Sebetulnya, saya pribadi tidak terlalu mengidolakan beliau, bahkan saya belum pernah membaca satu pun hasil karyanya yang amazing itu.
yah, mungkin teman satu genk saya di trio magang yang bakal seneng banget, secara dia ngefans berat gitu sama beliau.
mungkin sebelum tidur dia mandangin fotonya bang andrea dulu, baru bisa tertidur pulas. haha.
Wah dapet ilmu baru nih... lumayan di share siapa tau bermangpaat :D
kemaren, setelah si adonan kasar sudah terbentuk, tugas Tim TM berikutnya adalah mengedit adonan tersebut agar enak di baca, dan kami dobekali oleh senjata baru;yaitu : "Track Changes"
Nah kalo yang belom tau, si trekcheng ini ternyata udah bawaan dari ms word, pada baru tau kan?
Fungsinya itu penting banget dalam dunia per-edit-an nusantara, halah
yang jelas ternyata aplikasi ini tokcer banget deh, bisa nyatet apa aja kata2 yang udah kita hapus, ngoreksi, mengganti kata yang salah denganb kata yang benar, pokoknya praktis bangetm daripada harus baca2 manual lewat layar kompi langsung.
si trekchengs ini ada di menu review, thats all selamat mencobaaaa :D
kemaren, setelah si adonan kasar sudah terbentuk, tugas Tim TM berikutnya adalah mengedit adonan tersebut agar enak di baca, dan kami dobekali oleh senjata baru;yaitu : "Track Changes"
Nah kalo yang belom tau, si trekcheng ini ternyata udah bawaan dari ms word, pada baru tau kan?
Fungsinya itu penting banget dalam dunia per-edit-an nusantara, halah
yang jelas ternyata aplikasi ini tokcer banget deh, bisa nyatet apa aja kata2 yang udah kita hapus, ngoreksi, mengganti kata yang salah denganb kata yang benar, pokoknya praktis bangetm daripada harus baca2 manual lewat layar kompi langsung.
si trekchengs ini ada di menu review, thats all selamat mencobaaaa :D
Beberapa hari yang lalu, Tim TM (Trio Magang) dari detasemen angkatan remaja kembali mendapatkan misi baru dari sang jendral lapangan setelah misi 30hari30buku. Misi tersebut adalah mensabotase digit-digit alfabet digital dan merubah sinyal analog maupun digital tersebut menjadi sesuatu yang dapat terbaca oleh orang awam sekalipun. ya, misi yang sulit namun mungkin. Tim TM mendapatkan waktu selama seminggu untuk menyelesaikan misi ini. Berbekal sebuah netbook dan pikiran segar khas anak muda, menjadi senjata utama melawan musuh di medan perang.
Hari-hari setelah misi tersebut diterima, tim TM mulai menyusun strategi untuk menjalankan misi ini seefektif mungkin. Dimulai dengan mencari data-data musuh yang diperlukan, dan mengumpulkannya menjadi satu kesatuan yang jumlahnya lumayan banyak.
Setelah terkumpul, tim TM mulai mengklasifikasi data-data tersebut menurut keahlian masing-masing personil dari tim TM. Karena tim TM yang memiliki 3 personil memiliki spesialisasinya masing-masing. mulai dai ahli senjata, ahli strategi, hingga ahli analisis, semua memiliki spesialisasinya sendiri.
then, hari-hari berlalu dan tim TM mulai menemui titik terang. setelah bertempur selama berhari-hari. tabir yang tertutup itu perlahan mulai terbuka. berbagai strategi pun terlontar dengan spontan hingga akhirnya menjadi sesuatu yang ampuh untuk menaklukan sang musuh. hingga saat ini, misi ini 70% selesai.
dan tim TM masih memiliki 30% dari misi. agar misi ini "accomplished"
well, hari ini saya cuma sendiri.......
Bahkan, kalo lagi semangat-semangatnya bisa kayak gini:
haha. yah padahal biasanya rame cerita2 ga jelas begitu, tapi ya mau gimana lagi? emang lagi sepi begono
tapi enaknya sih jadi lebih khusyuk yang baca #eh haha, nggak sih sebetulnya yang jelas kalo bertiga, kekuatan kita lebih besar, dan dapat menumpas monster2 yang ada !!!! #oposih
then sekitar jam setengah 4an, Lia datang. untung deh ga jadi mbatang sendirian di kantor ._.
padahal, kan biasanya kita magang bertiga kayak gini:
![]() |
| Trio Magang: Nisa - Gueh - Lia :D |
Bahkan, kalo lagi semangat-semangatnya bisa kayak gini:
![]() | |||||||||||
| Gueh yang wonder woman #eh |
haha. yah padahal biasanya rame cerita2 ga jelas begitu, tapi ya mau gimana lagi? emang lagi sepi begono
tapi enaknya sih jadi lebih khusyuk yang baca #eh haha, nggak sih sebetulnya yang jelas kalo bertiga, kekuatan kita lebih besar, dan dapat menumpas monster2 yang ada !!!! #oposih
then sekitar jam setengah 4an, Lia datang. untung deh ga jadi mbatang sendirian di kantor ._.
OKE, GUEH CUPU.
ternyata aku ketinggalan nih sama si lia sama si nisa. mereka udah banyak banget apdet masalah ini.dan gueh baru sekarang ._.
peace mbak dil (^o^)V
dan, tak kusangka, mereka menamai kami (aku n mereka) dengan sebutan, "trio magang" is'nt weird?
lanjut dah, jadi yaa ini pengalaman kerja (resmi) pertamaku. kalo parttimean serabutan sih dulu sering, bantuin bapak nanem pohon di kebon, haha.
skip, mulai tanggal 19 desember lalu aku masuk di Bentang Pustaka, PENERBIT !
soalnya temenku banyak yang bilang percetakan bentang, secara kan percetakan sama penerbitan bedanya jauh banget ._.
rrr, tugas pertama sih semacam bisa-saya-sebut-dengan "membaca kasar", haha.
ibarat buku itu sebuah cewek, ternyata yang dilihat dulu tuh bodinya dulu baru isinya !
dengan penampilan yang menarik (judul, pengarang, sinopsis) sebuah naskah akan lebih dilihat oleh seorang "pengepul". setelah itu, jika dirasa menarik baru dah tu buku dibaca abis-abis.
berarti selama ini ungkapan seorang filsuf yang bilang, "dont judge the book by its cover" itu semacam bualan dong? ini saya buktikan sendiri selama berada disini, bahwa tampilan awal dulu yang menjadi pertimbangan baru seluk beluk si naskah itu sendiri (hipotesis yang aneh, ben !)
hah, yang nggak bikin lupa tu pas pertama kali masuk. sebetulnya sih bukan karena kerjaannya, tapi sepulang kerjanya malahan.
kenapa?
bisa dibayangkan dari bantul sampe perempatan kentungan itu jaraknya berapa? sudah? good !
nah, saya pulang dari bentang sekitar jam 5an, sampai rumah maghrib, setelah itu ritual petang, dan setengah tuju, pergi lagi ke sedayu, mending kalo tempatnya layak disebut rumah, tapi ini? hutan saudara-saudara !
nah saya menghabiskan malam di hutan tersebut, shubuh saya pulang, dan jam 8 berangkat ke bentang lagi ._.
then, now i know the meaning of word "rest" for ya
ternyata aku ketinggalan nih sama si lia sama si nisa. mereka udah banyak banget apdet masalah ini.dan gueh baru sekarang ._.
peace mbak dil (^o^)V
dan, tak kusangka, mereka menamai kami (aku n mereka) dengan sebutan, "trio magang" is'nt weird?
lanjut dah, jadi yaa ini pengalaman kerja (resmi) pertamaku. kalo parttimean serabutan sih dulu sering, bantuin bapak nanem pohon di kebon, haha.
skip, mulai tanggal 19 desember lalu aku masuk di Bentang Pustaka, PENERBIT !
soalnya temenku banyak yang bilang percetakan bentang, secara kan percetakan sama penerbitan bedanya jauh banget ._.
rrr, tugas pertama sih semacam bisa-saya-sebut-dengan "membaca kasar", haha.
ibarat buku itu sebuah cewek, ternyata yang dilihat dulu tuh bodinya dulu baru isinya !
dengan penampilan yang menarik (judul, pengarang, sinopsis) sebuah naskah akan lebih dilihat oleh seorang "pengepul". setelah itu, jika dirasa menarik baru dah tu buku dibaca abis-abis.
berarti selama ini ungkapan seorang filsuf yang bilang, "dont judge the book by its cover" itu semacam bualan dong? ini saya buktikan sendiri selama berada disini, bahwa tampilan awal dulu yang menjadi pertimbangan baru seluk beluk si naskah itu sendiri (hipotesis yang aneh, ben !)
hah, yang nggak bikin lupa tu pas pertama kali masuk. sebetulnya sih bukan karena kerjaannya, tapi sepulang kerjanya malahan.
kenapa?
bisa dibayangkan dari bantul sampe perempatan kentungan itu jaraknya berapa? sudah? good !
nah, saya pulang dari bentang sekitar jam 5an, sampai rumah maghrib, setelah itu ritual petang, dan setengah tuju, pergi lagi ke sedayu, mending kalo tempatnya layak disebut rumah, tapi ini? hutan saudara-saudara !
nah saya menghabiskan malam di hutan tersebut, shubuh saya pulang, dan jam 8 berangkat ke bentang lagi ._.
then, now i know the meaning of word "rest" for ya








